GELINJANG NAPSU

Posted in diary ku dengan kaitan (tags) on September 9, 2008 by luisa
kudapat merasakan geliat getah dari pohon-pohon cinta yang melumer, tawarkan birahi untuk dicium kehidupan dan diendus perempuen malam. tiba-tiba lengkap sudah pikiranku pada perempuan masai itu, ia bergelinjang dengan mesra di atas ranjang malam. mematut sepi menghujat bayangan. katanya masih seputar hutan, aku dilarang memperkosa belantara itu. tapi aku bilang aku suaminya!! untuk menemuinya ku harus berbulan-bulan hingga malam ini aku masih disini.
lelaki itu tidak mengerti cinta, tapi ia lihat hujan tipis turun warna-warnmi mempermainkan pelangin. cakrawala terbuka, entah itu pagi atau petang ia tak tahu. tapi ia merangkum hijau dedaunan dan cokelat tanah.

aku melihat ada bayangan pohonan di wajahmu, wanita! dan dari semak yang diapit dua pahamu yang lencir, aku dapat mencium bau itu begitu menyengat. seperti pupuk kandang yang masih hangat, bukankah 18 purnama telah kau lalui dengan kesepian yang sempurna!!

kau melolong bersama malam, bersama pohon-pohon yang meregang nyawa. sampai kapan kau menunggu pemerkosa hutan itu kembali rapatkan tubuhnya padamu???

cinta..jangan tunggu sampai rahimmu kering dan gersang sampai tak dapat lahirkan kata-kata. sepi melebur malam, kau kembali mencatat malam-malam kemarau. menyanyi dendang rindu di tengah kegerahan. telah 8bulan lamanya ‘laki-laki’ itu tinggalkan kau dalam panantian.

“apa yang kau pikirkan sayang?” tanyaku

“bisakah kau lukiskan kembali langit lengkap dengan rembulan dan tubuh perawan?” jawabmu

kau terjongkok, bersimpuh memeluk perut yang kian membuntat dan melumerkan airmatanya. ia tak katakan sepatah katapun. ku usap rambut wanita yang menangis itu,,selalu ada maaf tersisa untuk sebuah pengkhianatan…

tari sunda

Posted in asal jepret dengan kaitan (tags) on September 10, 2008 by luisa
hehehehe

hehehehe

wohing katresnan

Posted in asal jepret dengan kaitan (tags) on September 10, 2008 by luisa

"WOHING KATRESNAN"

asa putri salju

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on September 9, 2008 by luisa
rintih ulat merindu kehangatan daun,
awan menari beriring duka air mata
terancam jiwa murni di batas khatulistiwa
antara ada dan tiada…
mengharap dan kecewa…
bulir-bulir getah asa mengambang
tatkala awan memeluk hilangkan dingin,
sungguh nyata perih sayatnya,
putri salju:: terduduk diam di ayunan
berharap kepedulian untuk seuntai senyum sucinya

“……”

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on September 9, 2008 by luisa
AKU TAK TAHU sejak kapan ini terjadi dalam ‘aku’
ketika rayap demi rayap ku temukan : biar malam
diatas air aku duduk mengapung
masuki lorong hidup: berduri dan berbatu kata-kata
ricik air terhampar sepanjang pandang
sesekali kabut singgah:
aku rindu langit sehabis salju
sehabis sunyi sehabis sepi
sehabis kau berkata:
selamat ulang tahun,cintaku!!!

dengung sunyi…

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on September 9, 2008 by luisa
aku terjaga di pelukan malam,dan kau tertegun…
asa meranggas membelah sunyi malam…
bak bongkahan karang menyibak air
laut pantai selatan, matahariku…
mimpi apakah kau semalam,
tatkala cakrawala jingga terkurung berpeluk awan hitam…

SYAIR AWAN

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on September 9, 2008 by luisa

AURA RUMPUTAN JELAJAHI PADANG SURGAWI…HIJAU TERHAMPAR LAYAKNYA PERMADANI SEORANG PANGERAN…SERINGAN KAPAS TERBANGKAN DIRI TEMBUSI FANA…JATUH PADA BELAIAN AWAN…TAK ADA RASA YANG LEBIH BAIK KETIMBANG SAAT ITU…AWAN

harapan halte’s

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on September 7, 2008 by luisa

taburan senyum terhias diayu rembulan,

bersinar tuk tak lekang jaman,

terdiam dipemberhentian akhir jaman,

harap temui tempat tinggal,

nyala ‘zein’ butakan mata…

bertarung dapatkan harap terang terkenang,

lihat!!! begitu cantik rembulan,

tatkala linang basahi tiap harapnya,

dan kemudian…

udara bersua dan singkirkan semua asa

dalam beberapa detik saja…

sesalku

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on September 7, 2008 by luisa
terdiam di sofa biru
pandangi asa tuk dapati tawa,
menunggu harap tak pasti
tentang jiwa yang tak bertepi
benciku padamu waktuku,
yang tak kunjung beriku,
cintaku yang sungguh lugu
segera hentikan semua
tak sanggupku pejamkan mata
jika tak jua kulihat Arjuna
tolong jangan acuhkan…

“ANJING”

Posted in puisi dengan kaitan (tags) on September 7, 2008 by luisa

Guk…guk..guk..

menggonggong…

menggorok hening malam,

coba mengeram wajah tak dikenal,

;identitaskan “setia” pada “empunya”

pasti dia dapat medali?!!!!

tapi bagaimana mungkin

bagaimana ia punya ‘tuan’

selama ini dia hanya punya tanah dan kutu